Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pidato Terakhir Umar bin Abdul Aziz


Abu Salim Al-Hudzali bercerita kepada kami, bahwa Umar bin Abdil Aziz menyampaikan pidato seperti berikut, Amma ba’du, sesungguhnya Allah tidak menciptakan kalian dengan main-main dan Dia tidak akan membiarkan kalian begitu saja tanpa pertanggungjawaban. Sesungguhnya, ada tempat kembali buat kalian, di mana Allah akan menghakimi dan memberikan putusan di antara kalian. Maka, benar-benar akan kecewa dan merugi orang yang keluar dari rahmat Allah, terhalang dari mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, menukar yang banyak dengan yang sedikit, menukar yang kekal dengan yang fana dan menukar aman dengan takut. 

Tidakkah kalian lihat bahwa kalian hidup di dalam hasil peninggalan orang-orang yang telah binasa (mati) dan peninggalan itu akan diwarisi oleh orang-orang yang masih hidup setelah kalian, hingga peninggalan itu dikembalikan kepada Dia Pewaris Yang Paling Baik. Setiap hari, kalian mengantarkan orang yang berpulang kepada Allah. Dia telah mati dan jatah umurnya telah habis. Kemudian, kalian memasukkannya ke dalam belahan perut bumi dan meninggalkannya tanpa alas tidur dan tanpa bantal. 

Dia telah melepas semua ikatan, melepas semua yang pernah dimilikinya, berpisah dengan orang-orang terkasih dan tinggal di dalam tanah. Dia mesti menghadapi hisab dan nasibnya tergantung pada amalnya. Dia sangat membutuhkan apa yang pernah dia persembahkan dan sama sekali tidak membutuhkan semua yang dia tinggalkan. 

Maka, bertaqwalah kalian semua kepada Allah sebelum kematian datang menjemput. Demi Allah, sungguh saya mengatakan perkataan ini kepada kalian bukan karena dosa-dosa saya lebih sedikit dari dosa-dosa kalian. Sungguh, saya lebih tahu dosa-dosa saya sendiri daripada dosa-dosa kalian. Saya punya dosa-dosa yang saya tidak ketahui ada pada kalian. Ada dosa-dosa yang saya ketahui ada pada saya dan tidak saya ketahui ada pada diri kalian. Tidak ada suatu hajat seorang pun yang disampaikan kepada saya, melainkan saya sangat ingin menutupi hajatnya itu semampuku.

Tidak ada suatu informasi yang sampai kepada saya bahwa apa yang ada pada kami tidak mencukupi bagi seseorang, melainkan saya sangat ingin bisa mengubah hal itu, hingga kehidupan kami dan kehidupan dia sama. Demi Allah, sungguh seandainya saya memang menginginkan kemewahan hidup, niscaya itu mudah bagi saya untuk mewujudkannya, dan saya tahu cara dan sarananya. 

Akan tetapi, telah ada kitab yang jelas dan sunah yang adil dari Allah. Di dalamnya, Allah menunjukkan perintah untuk taat kepada-Nya dan larangan bermaksiat terhadap-Nya. Selesai. Kemudian, Umar bin Abdil Aziz meletakkan ujung kainnya pada wajah dan menangis tersedu-sedu. Orang-orang pun ikut menangis. Itu adalah pidato terakhir Umar bin Abdil Aziz.

------------------------------------------------
sumber : 500 Kisah Orang Sholeh, Karya Ibnul Jauzi. Penerbit Pustaka al-Kautsar, Cetakan Pertama hal. 150-151

Post a comment for "Pidato Terakhir Umar bin Abdul Aziz"

KISAH UNGGULAN
Kisah Serbuk Kayu Berubah Menjadi Gandum
KISAH UNGGULAN
Kisah Roti Yang Ia Sedekahkan Berubah Menjadi Manusia
KISAH UNGGULAN
Ia Mencungkil Matanya Karena Berbuat Dosa