Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah dan Motivasi Agar Siap Menghadapi Ujian Hidup



Allah menciptakan manusia tidak serta merta begitu saja dan kemudian dibiarkan. Allah menciptakan manusia tujuannya adalah untuk diuji diantara mereka siapa yang paling baik amalnya. Ya jadi, salah satu tujuan manusia diciptakan adalah untuk diuji. Sebagaimana Firman Allah :

ۨالَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًاۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُۙ - ٢

"Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun." (QS. al-Mulk : 2)

Nash diatas adalah merupakan dalil yang sangat jelas bahwa manusia diciptakan untuk diuji. Pertayaan yang musti kita garis bawahi adalah sudahkah kita menyiapkan untuk ujian tersebut? sudah siapkah diri kita untuk mengahadapi semua model ujian dan tantangan hidup yang ada? Pasalnya jika kita tidak siap dengan ujian yang ada, akibatnya bisa fatal. Karena tidak hanya berdampak pada fisik saja akan tetapi yang lebih berbahaya adalah dampak terhadap keimanan kita. 

Bayangkan betapa banyak sekarang orang yang tidak siap dengan ujian hidup yang mereka alami. Banyak diantara mereka yang frustasi, bahkan menjadi gila gara-gara rumahnya dicuri misalnya, atau karena gagal nyalon jadi bupati, dan lain sebagainya. Dan yang lebih berbahaya lagi adalah sampai menyebabkan mereka 'bunuh diri' padahal hanya karena masalah sepele 'putus cinta' atau semisalnya.

Ingat orang yang mati bunuh diri mereka akan kekal di dalam neraka selamanya dan mereka akan mengulang-ulang perbuatan bunuh diri mereka sewaktu di dunia. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, 

“Barangsiapa menerjunkan diri dari gunung untuk bunuh diri, maka dia di neraka jahannam menerjunkan diri di dalamnya, kekal lagi dikekalkan di dalamnya selama-lamanya. Dan barangsiapa minum racun untuk bunuh diri, maka racunnya itu di tangannya dia meminumnya di neraka jahannam kekal lagi dikekalkan di dalamnya selama-lamanya. Dan barangsiapa bunuh diri dengan senjata tajam, maka senjata tajam itu di tangannya dia melukai dengannya di neraka jahannam, kekal lagi dikekalkan di dalamnya selama-lamanya”. (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Nasai)

Bersiaplah untuk menghadapi ujian dengan segala macam bentuknya, mulai dari ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, dan bahkan nyawa. Allah berfirman : 

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ - ١٥٥

"Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar," (QS. al-Baqarah : 155)

Berikut ini adalah kisah yang terjadi pada tahun 480 H. Kisah tentang seorang ahlul bait yang bernama Muhammad bin Muhammad bin Zaid bin Ali bin Musa bin Ja'far bin Muhammad bin Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib. Dia adalah seorang yang cerdas, sholeh, pemberani dan kaya raya. Zakat hartanya saja mencapai 10.000 dinar. Ia adalah Penguasa dari 40 desa. Ia adalah orang yang dermawan dan pandai bergaul dengan siapa saja.

Suatu ketika Allah uji beliau dengan hartanya. Sebelumnya ia mempunyai kebun yang luas yang biasa dipergunakan oleh para penuntut ilmu untuk belajar disitu.

Pada saat itu, ada seorang raja yang bernama al-Khadr bin Ibrahim. Sang raja ingin meminjam kebunnya yang akan dipergunakan untuk piknik (berliburan dan foya-foya). Namun, ia menolak permintaan itu. "Apakah mungkin aku meminjamkannya untuk meminum khamer padahal sebelumnya tempat itu menjadi tempat tinggal ahli ilmu, ahli hadits, dan agama?" ujarnya.

Setelah kejadian itu, raja merasa dengki. Suatu hari raja mengundangnya datang untuk meminta pendapatnya seperti biasa. Namun bagitu sampai, sang raja menangkapnya dan memasukkannya ke dalam penjara. Semua hartanya dirampas oleh sang raja, namun ia hanya berucap lirih, "Tidaklah kebersihan nasabku terealisasi kecuali dengan adanya perampasan ini. Aku telah dipelihara di tengah-tengah berbagai kekayaan dan kenikmatan, lalu aku pernah berkata, 'Sesungguhnya orang seperti aku haruslah diuji'.".

Begitulah ia diuji melalui hartanya (untuk dipergunakan untuk apa) yang berakibat ia dipenjara, dan bahkan hartanya semuanya dirampas. Tidak hanya sampai disitu ujian yang dia terima. Di dalam penjara ia mendapatkan kedzaliman sang raja, ia disiksa dan tidak dikasih makan sampai menyebabkan beliau meninggal.

Ibrah Kisah :

Bersiaplah untuk menghadapi berbagai macam cobaan dan ujian yang ada, dari mulia ujian ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, dan bahkan nyawa. Kuncinya ada 2, yaitu "sabar dan syukur". Seperti kisah diatas, Muhammad bin Mummad ketika diuji (diberikan kekayaan) maka ia bersyukur (menggunakannya untuk kebaikan). Sebaliknya ketika ia diuji (dipinjam oleh sang raja untuk hal yang tidak baik -- berfoya-foya dan mabuk-mabukan --) maka ia bersabar (menghadapai cobaanya).

Jika ada pelajaran yang lain yang bisa diambil dari kisah tersebut. Tuliskan dikolom komentar ya.

Semoga bermanfaat.
Jangan lupa share ke teman-teman yang lain agar semakin bertambah manfaat dan menjadi amal jariyah buat kita.
------------------------------------------------------------
sumber: Ramadhan, Hasan. Kisah-Kisah Unik Islami, hal. 114. Terbitan Istanbul.

Post a Comment for "Kisah dan Motivasi Agar Siap Menghadapi Ujian Hidup"