Kisah Nabi Musa Malu Dengan Cacing Tanah



Allah subhanahu wa ta'ala telah menciptakan makhluknya dengan beragam bentuk dan rupa. Ada yang Allah ciptakan dengan kulit hitam, sawo matang, dan putih. Ada juga yang Allah ciptakan dengan rambut lurus, ikal dan keriting. Ada yang tinggi, sedang, dan pendek. Dan juga makhluk-makhluk Allah yang lain seperti hewan dan tumbuhan yang sangat beragam bentuknya. 

Tentu ciptaan itu semuanya sudah Allah tentukan kadarnya menurut ukuran yang tepat. Perhitungan yang sempurna. Begitu pula bentuk dan rupa yang sudah Allah tentukan untuk diri kita adalah merupakan sebaik-baik bentuk. Sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta'ala :

لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍۖ - ٤

"Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya" (QS. at-Tiin: 4)

Allah tidak mungkin salah (batil) dalam menentukan kadar dan ukurannya.
Allah berfiman dalam al-Quran Surat Ali Imran ayat 191 :

الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ - ١٩١

"(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka".

Maha suci Allah yang telah menciptakan semua makhluknya dengan sempurna. Dan sudah pasti bahwa dibalik penciptaanya itu ada hikmah yang besar di dalamnya. Sekalipun itu adalah makhluk yang dianggap 'remeh'. 

Nah, akan hal inilah yang terkadang kita lalai. Lalai dengan sesuatu yang dianggap 'remeh'. Kita sering kali menganggap rendah sesuatu yang 'remeh' tersebut. Seperti hewan cacing misalnya.

Seperti kisah yang pernah terjadi pada Nabi Musa 'alaihissalam. Kisah ini disebutkan di dalam kitab Mukasyafatul Quluub karya al-Imam al-Ghazali. 

Suatu ketika Nabi Musa 'alaihissalam sedang duduk bersandar di bawah sebuah pohon. 
Secara tiba-tiba kemudian muncul dari dalam tanah seekor cacing tanah. 

Seketika itu pula Nabiyullah Musa 'alaihissalam langsung bergumam sendiri, "Untuk apa Allah subhanahu wa ta'ala menciptakan seekor cacing merah yang menjijikan seperti ini?"

Ternyata Allah subhanahu wa ta'ala menjadikan cacing itu dapat berbicara sehingga terdengar oleh Nabi Musa. Cacing itu berkata, 

"Wahai Nabi Allah, aku diciptakan Allah agar aku dapat membaca tasbih (subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallah, wallahu akbar) pada siang hari sebanyak 1000 kali. Dan membaca shalawat (allahumma shalli 'ala Muhammad wa'ala ali Muhammad) pada malam hari sebanyak 1000 kali"

Mendengar jawaban itu Nabi Musa 'alaihissalam tertunduk malu dengan cacing yang kelihatannya menjijikan. Dengan kejadian itu Nabi Musa bertaubat kepada Allah 'azza wa jalla.

Ibrah Kisah (pelajaran kisah) :

1.) Jangan meremehkan makhluk yang terlihat 'rendah dan jelek', karena kita tidak mengetahui kebaikan apa yang ada padanya. Bahkan bisa jadi apa yang kita anggap remeh itu lebih baik daripada diri kita.

2.) Jika terhadap hewan saja kita tidak boleh meremehkannya. Apalagi terhadap sesama manusia? Ingat, manusia adalah makhluk yang Allah muliakan sebagaimana firman Allah :

۞ وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ وَحَمَلْنٰهُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلْنٰهُمْ عَلٰى كَثِيْرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلًا ࣖ - ٧٠

"Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna." (QS. al-Isra : 70)

3.) Tidakkah kita malu dengan cacing? makhluk yang dianggap remeh dan terlihat menjijikan saja bertasbih (berdzikir) setiap hari 1000 kali dan bershalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam sebanyak 1000 kali. 

Demikian kisahnya semoga bermanfaat.
Jangan lupa share juga ke teman-teman ke yang lain. Agar semakin banyak orang-orang yang mendapatkan manfaatnya dan menjadi amal jariyah buat kita semua.

-------------------------------------------------------------
sumber : Mukasyafatul Quluub karya al-Imam al-Ghazali