Kisah Rela Dicambuk Demi Mendapatkan Ilmu

Semangat para ulama dalam menuntut ilmu memang luar biasa. Mereka memiliki tekad yang kuat dan himmah yang tinggi. Mereka berani mengorbankan apa saja demi mendapatkan ilmu. Diantara mereka ada yang rela melaksanakan perjalanan jauh demi mendapatkan ilmu. Seperti misalnya Yahya bin Yahya al-Laits, dia melakukan perjalanan dari Andalusia menuju ke negeri Darul Hijrah (Madinah). Kita mengetahui bahwasannya melakukan perjalanan jauh membutuh tenaga, harta perbekalan yang tidak sedikit, dan membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan. Tapi itu semuanya mereka rela korbankan demi mendapatkan ilmu dari imam Malik bin Anas rahimahullah.

Para ulama mengorbankan tenaga, harta dan waktu mereka demi mendapatkan ilmu. Tidak hanya itu, bahkan diantara mereka ada yang rela mengorbankan dirinya dan fisiknya demi mendapatkan ilmu. Inilah kisah tentang Hisyam bin Ammar rahimahullahu ta'ala. Kisah tersebut disebutkan di dalam kitab Siyaru A'lamin Nubala karya imam adz-Dzahabi rahimahullahu ta'ala. Berikut kisahnya ...

Diceritakan bahwa Hisyam bin Ammar pergi dari negerinya menuju ke Kota Nabi (yaitu kota Madinah) di mana disitu ada seorang ulama besar yang masyhur yang dikenal seluruh dunia, tidak lain dan tidak bukan adalah Imam Malik bin Annas rahimahullahu ta'ala. Hisyam bin Ammar sengaja pergi dari negerinya ingin menuntut ilmu kepada imam Malik.

Setibanya Hisyam bin Ammar di kota Madinah maka dia pun langsung menemui imam Malik yang saat itu sedang bermajelis. Karena begitu semangatnya Hisyam bin Ammar menuntut ilmu, maka Hisyam bin Ammar pun segera bertanya kepada imam Malik, "Wahai imam, tolong bacakan/riwayatkan hadits untuk saya". Imam Malik menjawab "Silahkan bacalah!". Hisyam bin Ammar berkata, "Wahai Imam, seharusnya justru Anda yang membacakan kepada saya. (Saya khawatir salah)". Imam Malik kembali berkata, "Bacalah!". Hisyam bin Ammar berkata, "Wahai Imam, seharusnya justru Anda yang membacakan kepada saya. (saya khawatir salah)". Imam malik kembali berkata, "Bacalah!". Hisyam bin Ammar pun kembali berkata, "Wahai Imam, seharusnya justru Anda yang membacakan kepada saya. (saya khawatir salah)".

Tiba-tiba Imam Malik menyuruh salah seorang pemuda yang hadir dimajelisnya untuk mencambuk Hisyam bin Ammar, Imam Malik memerintahkan, "Cambuklah dia!". Lalu Hisyam bin Malik pun mendapatkan cambukan sebanyak 15 kali cambukan.

Merasa teraniaya, Hisyam bin Ammar pun berkata kepada Imam Malik, "Wahai Imam, Anda telah mendzolimi saya, saya tidak akan menghalalkannya (memaafkannya)". Ternyata mendengar jawaban tersebut Imam Malik merasa khawatir, akhirnya Imam Malik berkata kepada Hisyam bin Ammar, "Lalu apa tebusannya wahai pemuda?". Hisyam bin Ammar menjawab, "Karena engkau telah mencambukku sebanyak 15 kali, maka tebusannya adalah engkau mengajarkanku sebanyak 15 hadits". Kata Imam Malik, "Baiklah, akan aku ajarkan kepada engkau sebanyak 15 hadits".

Setelah selesai diajarkan 15 hadits, Hisyam bin Ammar pun berkata kepada Imam Malik, "Sekarang wahai Imam, tambahkanlah cambukannya kepadaku akan tetapi tambah pula hadits yang engkau ajarkan kepadaku". Mendengar ucapannya tersebut Imam Malik pun tertawa dan berkata, "Sudah cukup, silahkan pergi".

Pelajaran Kisah

Para penuntut ilmu harus senantiasa semangat dalam mencari ilmu. Siap berkorban harta, tenaga, jiwa dan raganya untuk mendapatkan ilmu. Penuntut ilmu harus mempunyai niat yang ikhlas, tekad yang bulat dan himmah yang tinggi. Apalagi ilmu memang tidak bisa didapat dengan jiwa yang santai.

referensi: 155 Kisah Langka Para Salaf, karya Ibnu Abdil Barri el-'Afifi