Kisah Cinta Kepada Nabi

Cinta Kepada Nabi

Sahabat ibrahkisah.com yang semoga senantiasa dalam lindungan dan karunia-Nya. Kecintaan seseorang memang harus diuji dengan pembuktian. Kecintaan seseorang belum dianggap benar jika belum dibuktikan dengan bukti yang nyata. Demikian juga cinta kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Cinta yang sesungguhnya harus dibuktikan dengan bukti yang nyata.

Inilah kisah tentang bukti cinta kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Kisah tentang sahabat nabi yang bernama Abdullah bin Umar bin Khattab, atau yang sering disebut sebagai Ibnu Umar. Beliau lahir pada tahun antara 610–693 M. Ia masuk Islam diusia sepuluh tahun. Ia merupakan sahabat Nabi yang junior, namun ia salah satu perawi hadits yang terkenal.

Ia berhijrah lebih dahulu ke Madinah dibanding Ayahnya. Sesampainya di Madinah dan usianya menginjak 13 tahun, terjadilah Perang Badar dan ia ingin ikut berpartisipasi dalam peperangan tersebut akan tetapi dikarenakan usianya yang masih terlalu belia, maka Ibnu Umar belum mendapatkan izin untuk berperang. Kemudian ia baru diizinkan untuk berperang pada masa perang Khandaq dan peperangan-peperangan berikutnya.

Suatu ketika, Ibnu Umar sedang melakukan perjalanan dari Madinah ke Makkah dalam rangka untuk melaksanakan Ibadah Haji. Ia berangkat bersama dengan beberapa orang yang dipimpin olehnya sendiri. Di pertengahan perjalanan kemudian tiba-tiba Ibnu Umar menghilang dari rombongannya dan bersembunyi dibalik semak-semak. Tidak lama kemudian, Ibnu umar pun muncul kembali.

Perjalanan pun dilanjutkan kembali. Setelah selesai melaksanakan Ibadah Haji rombongan itu pun kembali pulang ke Madinah, di pertengahan perjalanan Ibnu Umar kembali menghilang dan kemudian muncul lagi. Dan ternyata Ibnu Umar melakukan hal itu tidak hanya sekali, hal itu sudah berulang kali terjadi, setiap kali Ibnu Umar melewati tempat itu maka Ibnu Umar menghilang dibalik semak-semak dan muncul lagi.

Sebagian sahabat pun ada yang memberanikan diri untuk bertanya kepadanya, wahai Ibnu Umar, apa gerangan yang membuat Anda setiap kali lewat tempat ini selalu menghilang dari kami?

Ibnu Umar pun menjawab, "Ketahuilah sesungguhnya, saya pernah berjalan bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melewati tempat ini, dan pada saat itu beliau menuju semak-semak itu untuk bersembunyi menunaikan hajat. Maka aku ingin meniru apa yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam karena rasa cintaku kepada beliau.".

Ibrah Kisah

MaasyaAllah ini adalah kisah teladan dari orang-orang hebat sekelas Ibnu Umar. Beliau mengaku cinta kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, tapi tidak hanya sebatas ucapan saja, akan tetapi cinta itu dihadirkan dengan mencontoh dan meneladani Rasulullah. Inilah cinta yang sebenarnya terhadap Rasulullah, yaitu mengikuti ajaran dan sunnahnya. Semoga bermanfaat.

Referensi: Kisah Haji Wali-wali Allah. Karya Asy-Syirbuni. halaman 20

Ahmad Sibyan

Hai, saya adalah penulis di website ibrahkisah.com. Tempat tinggal saya saat ini berada di Bekasi. Pekerjaan saya sehari-hari adalah menulis dan mengajar sebagai guru di sekolah.

Post a Comment

Previous Post Next Post

نموذج الاتصال