Kisah Agar Tidak Merendahkan Orang Lain

Kisah Agar Tidak  Merendahkan Orang Lain

Sahabat ibrahkisah.com, berbicara tentang sebuah kemuliaan maka tidak ada kemuliaan selama kita masih merendahkan orang lain, atau menganggap orang lain rendah. Di dalam ajaran Agama Islam, kita dilarang menganggap orang lain beda (baca:rendah) dibanding dengan kita. Apalagi memperolok-olok dan menghinakannya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :

"Wahai orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok)..."
— al-Hujurat Ayat 11

Hal ini pernah terjadi pada masa Umar bin Al-Khattab radhiyallahu 'anhu sewaktu Umar sedang melaksanakan ibadah haji. Ketika itu, Umar mendapatkan undangan makan oleh sahabatnya yang bernama Sufyan bin Umayyah. Umar memenuhi undangan makan tersebut dan datang ke rumahnya. Setibanya di sana, tidak lama kemudian Umar pun disuguhi makan yang ditaruh di atas sebuah nampan besar. Karena besarnya dan mewahnya makanan, maka nampan tersebut tidak cukup dibawa oleh satu orang, akan tetapi nampan tersebut dibawa oleh empat orang sekaligus.

Mereka pun makan bersama. Akan tetapi, Umar merasa ada hal yang aneh, ketika Umar melihat para pelayan tadi (yang membawa nampan) hanya berdiri dan tidak ikut makan bersama. Umar pun bertanya kepada Sufyan, "Wahai Sufyan, apakah mereka tidak ikut makan?". Sufyan menjawab, "Tidak wahai Amirul Mukminin, mereka akan makan nanti setelah kita selesai makan bersama untuk menunjukkan kemuliaan kita".

Umar pun segera menimpali dan memarahinya, "Tidak begitu wahai Sufyan! Siapa saja yang menganggap rendah pelayannya maka Allah akan merendahkannya!". Umar segera berkata kepada para pelayan, "Wahai para pelayan, ayo ikut makan bersama kami!".

Akhirnya para pelayan tersebut pun makan bersama-sama dengan mereka. Mereka makan tanpa adanya rasa perbedaan satu sama lain.

Ibrah Kisah

Ini adalah pelajaran yang mahal bagi kita hari ini. Karena kita masih perlu banyak latihan untuk memuliakan orang lain dan tidak menganggapnya rendah. Kita masih perlu latihan untuk tidak membedakan derajat sosial diantara kita.

Perlu diketahui bahwa letak kemuliaan itu ada pada ketakwaan seseorang. Dan perlu diingat! bahwa yang berhak menilai seseorang bertakwa atau tidak hanyalah Allah subhanahu wa ta'ala. Karena takwa letaknya ada di hati. Jadi, jangan sampai menganggap orang lain rendah. Atau sebaliknya menganggap diri kita lebih mulia dibanding orang lain.

Ahmad Sibyan

Hai, saya adalah penulis di website ibrahkisah.com. Tempat tinggal saya saat ini berada di Bekasi. Pekerjaan saya sehari-hari adalah menulis dan mengajar sebagai guru di sekolah.

Post a Comment

Previous Post Next Post

نموذج الاتصال